Senin, 07 Juli 2014

Komputer dan Internet Aman untuk Anak

Anak-anak sudah bisa menyalakan komputer atau tab/iPad, lalu login dan membuka internet sendiri?
Sama seperti anak-anak saya :D. Rata-rata di usia tiga tahun mereka sudah bisa buka komputer dan klik game sendiri. Dengan instalasi game tentunya bisa kita kontrol, hanya yang lolos dari filter kita yang kita install di komputer yang dipakai anak. Tapi bagaimana dengan internet?

Saya tidak pernah mengharamkan internet dan gadget untuk anak. Malah bagi saya gadgetmembantu saya mengasuh dan menjawab pertanyaan anak-anak yang makin besar makin kompleks. Tapi tentunya saya juga tidak ingin anak-anak dengan bebas terekspos informasi yang tidak sesuai usia mereka. Saya memang bisa dibilang setiap hari ada di rumah dan bisa mengawasi anak-anak ketika bermain komputer, tapi saya kan juga tidak tiap detik memelototi komputer bersama anak. Nah, bagaimana cara meminimalisir paparan negatif dari internet?
1. Buatkan akun sendiri untuk akses anak di komputer atau gadget
Akun anak-anak terpisah memungkinkan kita hanya menginstal aplikasi yang ramah anak, dan tidak perlu takut anak mengacak-acak file atau pekerjaan kita saat sudah bosan maingameExplorer bisa kita kunci hanya view files dan tidak bisa write/delete untuk menghindari anak menghapus atau mengubah file kita. Kita juga jadi bisa mengatur parental control. Pembatasan level game dan konten bisa kita atur. Malah jam main komputer juga bisa disetel. Akun anak di komputer saya akan otomatis terkunci saat jam menunjukkan pukul 10 malam di hari sekolah dan 11 malam di akhir minggu. Ngga bisa main lagi :D
Pemisahan akun juga membuat akses kita tidak terganggu. Saya pernah menerapkanparental control di browser tapi tidak memisahkan akun. Yang ada saya sendiri repot saat perlu browsing masalah kesehatan yang kadang suka menyerempet istilah yang di konteks yang berbeda bisa dianggap porno.
Parental control untuk komputer yang menggunakan sistem operasi Windows bisa diakses melalui Control Panel.

2. Pasang aplikasi tambahan semacam child lock pada browser.
Search aplikasi tambahan pada browser, biasanya istilahnya add-ons atau plugin. Masukkan kata kunci “parental lock”, “child lock”, atau “parental controls”. Perhatikan bahwa ada aplikasi yang berbayar tapi ada juga yang gratis. Biasanya yang berbayar fiturnya lebih banyak dan rumit, tapi belum tentu kita perlukan. Untuk anak yang lebih kecil, belum lancar membaca atau belum paham bahasa Inggris biasanya aplikasi yang sederhana sudah cukup.
3. Google Chrome
Semua aplikasi yang terintegrasi dalam jaringan Google atau android mengecek usia pengguna mereka untuk menampilkan konten. Jadi apabila komputer mendeteksi ada akun Google yang terhubung, Chrome akan menyesuaikan setting-nya. Saya membuatkan akun email Google untuk anak saya belajar cara menulis dan mengirim email. Karena umur pada akun disetel 13 tahun (umur termuda yang dianggap legal mempunyai akun pribadi dalam hukum US), pada saat dia googling hasil yang tampil juga akan berbeda dengan hasil bila saya yang googling dari akun saya sendiri.
Selain itu, browser juga bisa di-filter secara manual melalui setting pada http://www.google.com/preferences. Dari sini kita dapat mengaktifkan filter SafeSearch, mengunci filtering ini, dan meng-input secara manual laman  atau tautan apa saja yang kita pertimbangkan untuk di-block tampilnya di browser kita.
Untuk filter yang lebih aman, Google membuat mesin pencari khusus untuk anak-anak kecil melalui http://www.kidclicks.org/ dan untuk anak yang lebih besar/usia remaja http://www.safesearchkids.com/. Kedua mesin pencari ini tidak menampilkan hasil pencarian berupa gambar untuk mencegah anak-anak tidak sengaja terpapar konten yang tidak sesuai usia.
Ada juga browser khusus anak-anak, seperti misalnya Kido’z (http://kidoz.net). Sayangnyabrowser khusus seperti ini biasanya kalo nggak berbayar, ya, tampilannya nggak menarik danloading-nya lama.
4. Youtube
Sama seperti Chrome, Youtube juga mendeteksi akun yang sedang login ke jaringannya. Jadi kalau mau lebih aman, buatkan akun khusus untuk anak browsing Youtube. Pastikan settingumurnya sesuai umur anak atau yang paling muda (bila anak lebih muda dari batas syarat pendaftaran akun).
Di bagian bawah tiap page Youtube ada setting Safety: on/off. Bila dipilih ‘on’, maka filteringakan aktif walau sepengelihatan saya nampaknya dasar filtering-nya untuk standar 13 tahun ke atas. Masih agak kurang ‘aman’, ya. Sebaiknya masih dikombinasikan dengan settingfilter browser juga.
5. Pengawasan berkala oleh orang tua.
Seberapapun aman pengaturan yang telah kita lakukan, secara berkala kita tetap harus mengecek kembali pengaturan tersebut. Pastikan anak masih belum bisa ‘membobol’. Seiring meningkatnya kemahiran anak berbahasa Inggris, bisa jadi anak juga mulai paham cara mengutak-atik pengaturan. Pada saat saya remaja, ada masanya saya akhirnya bisa mengakali ‘kunci’ yang dipasang orangtua saya :D
Lebih detil tentang pengaturan akun dan Parental Control pada sistem operasi Windows akan dibahas di artikel selanjutnya, ya.

Jumat, 06 Juni 2014

10 Bahaya Komputer

Apakah Anda termasuk orangtua yang memantau durasi anak bermain komputer sehari-hari? Jika hal ini belum Anda lakukan, ada baiknya mulai sekarang Anda lebih perhatikan.
Terlalu lama di depan komputera, ini bahayanya!

  1. Mata rabun jauh. Saat mengoperasikan komputer, mata anak terbiasa melihat dekat. Selain itu, radiasi sinar x, ultraviolet, gelombang mikro dan radiasi elektromagnetik frekuensi rendah yang dipaparkan komputer secara terus menerus pada mata, dapat berakibat mata merah dan bergetar.
  2. Postur tubuh melengkung atau bungkuk, dan badan tidak lentur. Karena posisi duduk, layar monitor, kursi dan meja untuk bermain komputer yang tidak baik.
  3. Nafsu makan berkurang, kurang gizi dan gangguan pencernaan. Permainan atau games di komputer membuat anak penasaran dan ingin terus  mencoba dan mencoba lagi untuk mencapai  skor tertinggi, sehingga anak sering menunda atau lupa makan.
  4. Kecanduan game akan menyebabkan anak kelelahan sehingga menggangu konsentrasinya belajar. Aktifitas yang lain seperti menggambar, bermain, olahraga, bahkan bersosialisasi juga akan semakin berkurang.
  5. Tulisan tangan jelek. Kegiatan menulis adalah keterampilan yang rumit, membutuhkan kematangan dan integrasi kognitif, persepsi dan keterampilan gerak. Menggunakan sebagian besar waktu untuk bermain komputer akan mengurangi waktu anak untuk mematangkan keterampilan ini. Hasilnya adalah tulisan yang jelek.
  6. Gangguan keterampilan komunikasi, kurang gaul dan canggung. Butuh sepuluh tahun pertama dalam hidup anak  untuk membangun keterampilan sosial. Termasuk diantaranya komunikasi secara verbal. Keberhasilan seseorang dalam pergaulan ditentukan oleh keterampilannya mengomunikasikan ide, pikiran, dan minatnya terhadap segala sesuatu dan menjalin relasi yang sehat dengan orang lain. Anak-anak yang menggunakan sebagian besar waktunya untuk berhadapan dengan komputer, melewatkan masa penting ini.
  7. Radiasi ke tubuh, gangguan otot dan darah. Sebuah komponen dalam komputer yang disebut cathode-ray tube (CRT) pada layar monitor menghasilkan radiasi tinggi hingga jarak 30 cm. Tingkat radiasi sebesar 3 miligaus (mG) memancar dalam jarak 30 cm dari arah depan, dan 4 mG dari arah samping, dalam jarak yang sama. Paparan yang terlalu lama mengakibatkan pengguna komputer jadi lebih mudah sakit.
  8. Obesitas. Menggunakan sebagian besar waktu di depan komputer untuk bermain dan belajar, sama dengan  menghambat aktifitas fisik yang penting untuk mengubah kalori menjadi energi.
  9. Keterampilan motorik halus terhambat. Sekitar 69 % anak bisa menggunakan mouse komputer tapi hanya 11 % yang bisa mengikat tali sepatunya. Demikian temuan sebuah riset. Artinya sebagian besar anak melewatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan motorik yang penting untuk menolong diri mereka sendiri. Peluang untuk mengembangkan kemandirian tidak dimanfaatkan, akibatnya ketergantungan anak pada orang dewasa akan menjadi lebih lama.
  10. Carpal tunnel syndrome (CTS). Gangguan pada carpal tunnel – saluran antara telapak tangan dengan pergelangan tangan- yang kerap dialami orang yang sering menggunakan  komputer atau bermain video games selama berjam-jam.   
Daya tahan mata balita untuk menghadapi layar monitor sekitar 1 jam. Batas konsentrasi anak bermain dengan komputer game hanya 15 menit. Batasi maksimal 20 menit saja untuk bermain komputer game untuk menghindari bahayanya. (me)

Sumber http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Gizi+dan+Kesehatan/10.bahaya.komputer/001/001/2033/1/4

Sabtu, 10 Mei 2014

perkembangan Komputer dan alat-alat elektronik pada anak-anak usia dini

Perkembangan Komputer dan alat-alat elektronik pada anak-anak usia dini…. Pada jaman sekarang ini computer bukan lagi sesuatu barang yang sulit untuk digunakan, kenapa saya bisa berkata seperti itu ? kerena menurut saya bukan hanya orang dewasa saja yang bisa menggunakan komputer anak-anakpun pada jaman sekarang ini sudah lancar menggunakan salah satu barang tercangggih di masa sekarang ini. Sekarang yang saya dengar dari lingkungan tempat tinggal saya, ada beberapa Sekolah Dasar yang sudah menerapkan kepada murid-muridnya untuk belajar computer. Mereka sudah diwajibkan belajar computer sejak mereka duduk di bangku kelas satu, walaupun di lingkungan tempat tinggal saya ini belum semua Sekolah Dasar mewajibkan seluruh muridnya belajar computer di bangku kelas satu, tetapi mereka pasti dapat pelajaran computer ini di bangku kelas tiga. Bahkan bukan hanya anak-anak SD saja yang sudah diterapkan pelajaran computer, Taman Kanak-kanakpun juga sudah mulai menerapkan pelajaran computer walaupun hanya sebatas perkenalan computer saja kepada anak-anak kecil tersebut. Memang tidak semua TK menerapkan pelajaran computer ini, hanya ada di beberapa TK yang terkemuka saja yang menerapkan pelajaran tersebut. Fenomena ini beda sekali ketika saya bersekolah dulu. Saya baru mendapatkan pelajaran computer kerika saya duduk di bangku kelas satu Menengah Pertama. Dan computer yang di pakai pun waktu itu masih berbasis DOS, sebagai contoh saja ketika saya di suruh membuat beberapa tabel saja saya harus menggunakan program yang lumayan susah pada saat itu. Sedangakan computer yang ada sekarang ini kalau ingin membuat tabel bisa langsung menggunakan Ms.Excel. Sebetulnya ketika saya duduk di bangku SMP tersebut sudah ada computer yang berbasis Windows tetapi di sekolah saya tersebut belum mempergunakannya sampai saya duduk di bangku kelas 2 SMP. Sekarang juga di toko-toko elektronik sudah di jual beberapa computer yang digunakan untuk anak-anak usia dari 1-5 thn. Computer ini diciptakan memang untuk tahap pembelajaran anak-anak usia dini tersebut. Computer ini memperkenalkan tulisan-tulisan abjad fan jika kita menuliskan abjad tersebut maka akan terdengar juga sura yang sama persis seperti yang kita tuliskan. Bukan hanya huruf atau angka saja yang diperkenalkan hewan atau tumbuh-tumbuhan pun juga diperkenalkan., ` Sedangkan untuk alat-alat elektronik canggih lainnya, misalnya seperti Handphone, handycam, DVD, dan lain sebagainya. Anak-anak kecil pun sudah bisa mempergunakannya. Sebagai contoh nyata di kehidupan saya saja adik saya yang baru berusia 2 tahun sudah tahu cara mengoperasikan handphone mungkin bukan hanya adik saya saja yang bisa menggunakan handphone mungkin anak-anak lainnya juga sudah banyak yang sudah bisa menggunakannya tersebut. Perkembangan yang semakin pesat ini makin memunculkan beberapa problem untuk orang tua kepada anak-anak mereka. Karena anak-anak mereka yang telah mengenal beberapa permainan elektronik bukannya belajar tetapi kerjaannya hanya bisa bermain saja. Sebenarnya perkembangan anak-anak tersebut bagus sekali karena diusianya itu mereka telah paham menggunakan alat-alat elektronik ini. Jadi sebaiknya untuk orang tua agar selalu tetap mengawasi dan mendampingi anak-anak mereka tersebut ketika mereka sedang menggunakan alat-alat elektronik. Jadi, kesimpulan yang dapat diambil dari perkembangan computer dan alat-alat elektronik lainnya adalah alat-alat tersebut sudah user friendly sehingga semua orang dapat menggunakan alat-alat elektronik tersebut, bukan hanya orang dewasa saja yang dapat menggunakan anak-anakpun juga bisa menikmati alat-alat canggih tersebut

Sumber : http://yudhiinbali.wordpress.com/erkembangan-komputer-dan-alat-alat-elektronik-pada-anak-anak-usia-dini/

Selasa, 06 Mei 2014

Tips Melindungi Anak dari Bahaya Internet

Sediakan payung sebelum hujan. Istilah tersebut memang nyata adanya di dalam urusan apapun. Jika dikupas secara lebar, istilah seperti itu bisa juga diartikan lebih baik melindungi anak sebelum anak kita terjerumus ke hal-hal yang sifatnya negatif. Contohnya saja yang akan saya bahas di postingan kali ini yang mempunyai inti bahaya internet bagi anak-anak. Kenapa berbahaya ? Karena konten-konten yang ada di internet tidak semuanya bagus dan mendidik. Begitu juga sebaliknya, jika seseorang sudah paham betul tentang internet, tentunya internet akan menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai tinggi.
Jika anda memiliki anak yang sudah menjamah dunia maya. Saya sarankan jangan pernah ragu untuk
mendampinginya, lebih-lebih jika anda bisa mengarahkannya. Ketahuilah bahwa internet bisa menjadi momok terbesar bagi perkembangan anak. Kurangnya pengawasan dari pihak yang berwenang, membuat segala macam hal bisa diakses oleh siapun tanpa memandang umur, termasuk konten vulgar, dan juga kekerasan.
melindungi anak dari bahaya internet
Cara melindungi anak dari bahaya internet
Sebagai orang tua yang baik, tentunya anda tidak akan membiarkan anak anda terjerumus ke hal-hal yang seperti itu. Maka dalam kasus seperti ini, anda harus bergerak sendiri untuk melindungi anak anda dari bahayanya dunia maya. Bila anda merasa belum paham dan mengerti bagaimana melakukannya, silahkan simak lalu praktekkan Tips Melindungi Anak dari Bahaya Internet di bawah ini :
Menyaring web dengan DNS
Tips yang pertama ini memang sangat ampuh. Namun dengan memakai tips ini, anda akan menghabiskan beberapa dana per tahunnya untuk memfilter DNS yang digunakan oleh anak anda. Jika tips ini dirasa cocok bagi anda, silahkan kontak penyedia layanan internet terpercaya anda.
Menginstal Family Safety
Jika anda pengguna OS Microsoft Windows, ada baiknya untuk mencoba memakai aplikasi yang satu ini. Kerja dari Family Safety adalah mengontrol secara penuh sebuah komputer meski terdiri dari berbagai akun. Anda juga bisa memberikan filter dengan membatasi akses akun yang dipakai oleh anak anda. Namun anda harus mendownload terlebih dulu di sini. Jika sudah silahkan diinstal. Cara mengaktifkannya cukup mudah, anda tinggal masuk melalui tombol Start dan ketik Parental Control.
Lindungi perangkat Android
Sekarang orang tua terlalu mudah untuk memberikan gadget kepada anaknya meski masih belia. Tapi jika sudah terlanjur, saya harap anda segera memberikan pengamanan ke dalam sistem Android yang dipakai anak anda. Terutama pada Google Play, karena di sana memang tidak ada batasan aplikasi apa saja yang dapat diunduh. Seperti yang kita ketahui, di Google Play banyak aplikasi yang menyediakan konten porno. Untuk melindungi anak anda, silahkan masuk ke Google Play, pilih Setting > aktifkan fitur Content Filtering
Lindungi perangkat Windows Phone
Sama halnya dengan perangkat Android, Windows Phone juga bisa anda lindungi dengan mengaktifkan My Family. Untuk mengaturnya, bukalah My Family, aktifkan Parental Restriciton > masukkan Windows Live ID yang digunakan anak anda. Lalu atur konfigurasinya sesuai keinginan.

Awasi penggunaan jejaring sosial
Facebook, Twitter, Path, instagram adalah beberapa media sosial yang saai ini digandrungi oleh siapapun, tak terkecuali anak anda yan masih duduk di bangku SD atau SMP. Banyaknya kasus penculikan anak melalui Facebook seharusnya menjadikan anda lebih waspada dalam mengawasi anak bersosial media. Saya sarankan mintalah hak akses ke akun anak anda secara penuh. Dengan begitu, anda bisa memeriksa akun anak anda kapan saja sesuai keinginan anda.

Sumber : http://komputer.blogekstra.com/blogmaster/tutorial/tips-melindungi-anak-dari-bahaya-internet.html

Jumat, 04 April 2014

Anak-anak dan komputer

Makin akrabnya teknologi komputer dengan masyarakat, makin dekat pula teknologi tersebut dengan kehidupan anak-anak. Teknologi yang dewasa ini memang sudah menjadi budaya baru yang menyentuh semua kalangan, dan batas usia. Disemua instansi pendidikan sekarang memasukan teknologi komputer kedalam kurikulum pendidikan, dari mulai TK sampai perguruan tinggi dengan sasaran pengajaran tertentu sesuai dengan visi dan misi sekolah masing-masing.


Anak-anak sebagai fokus bahasan pada ulasan blog kali ini adalah subyek yang akan penulis ulas. Tentu dengan pengalaman penulis selama mengajar komputer (sejak 2008) di Sekolah Dasar Swasta secara langsung atau tidak langsung merekam semua kejadian selama berinteraksi dengan anak-anak dalam menularkan kemauan dan kemampuan menjalankan beberapa aplikasi komputer untuk pendidikan. Setdiaknya pengalaman itu bisa dijadikan referensi empiris dan mudah-mudahan memberi pencerahan bagi pembaca semua, khususnya para orang tua dan rekan pengajar.

Senin, 03 Maret 2014

PEMBELAJARAN KOMPUTER PADA ANAK USIA DINI SUDAH DIPERLUKAN PADA SAAT SEKARANG

Pendidikan anak usia dini yang baik dan tepat dibutuhkan anak untuk menghadapi masa depan. Terlebih pembelajaran tersebut menyangkut tentang pengenalan komputer sejak usia dini yang sangat di anjurkan karena dengan teknologi yang serba canggih pada saat sekarang ini berbagai informasi dunia dapat di akses melalui tangan kita. begitu juga dengan anak-anak sebagai penerus generasi bangsa kita yang memerlukan pengenalan komputer sejak dinilah yang paling tepat di ajarkan. Salah satu tugas penting yang harus dilaksanakan oleh pendidik anak usia dini adalah menyiapkan anak didik agar dapat hidup di masa depan dengan lebih baik. Diperkirakan pada masa depan nanti penggunaan teknologi akan semakin mendominasi kehidupan kita. Untuk itu semenjak dini pendidik perlu mengenalkan teknologi tersebut kepada anak didik Karena penguasaan teknologi dimasa depan akan menentukan kejayaan sebuah bangsa. Begitulah pesan yang disampaikan oleh Profesor Sandralyn Byrnes, Australia’s & International Teacher of the Year saat seminar kecil di acara Giggle Playgroup Day 2011, gelaran Miniapolis & Giggle Management. Usia tiga dan empat tahun adalah usia yang siap untuk mengeksplorasi komputer (Haugland, 2000). Mereka membutuhkan banyak waktu untuk bereksperimen dan eksplorasi. Pada awalnya anak-anak menggunakan komputer dengan bantuan orang dewasa. Mereka lebih perhatian, lebih minat dan berkurang frustasinya ketika orang dewasa ada bersamanya. Selanjutnya bantuan dan supervisi orang dewasa menjadi minimal karena mereka sudah bisa mengoperasikan komputer
Penelitian menunjukkan bahwa bagi anak usia 3 dan 4 tahun, komputer memiliki manfaat dalam mempertinggi kreativitas, intelegensia, keterampilan nonverbal, pengetahuan struktural, ingatan jangka panjang, kecekatan tangan, keterampilan verbal, penyelesaian masalah abstraksi, keterampilan konseptual dan harga diri. (Haugland, 2000).
Komputer memiliki dampak bagi anak ketika Komputer memberikan pengalaman konkret, anak-anak bebas menggunakan dan mengontrol pengalaman belajar tersebut, anak dan guru belajar bersama, guru mendorong pengajaran teman sebaya dan guru menggunakan komputer untuk mengajarkan gagasan-gagasan yang sangat kuat. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa computer memiliki manfaat bagi pengembangan potensi anak usia dini. Tidak ada salahnya jika komputer menjadi salah satu alternative tanpa mengesampingkan bahan-bahan tradisional lainnya dalam pendidikan anak usia dini. Karena usia dini merupakan usia kritis untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki anak sehingga perlu difasilitasi agar memperoleh hasil yang optimal.  Kunci penting untuk kesuksesan pembelajaran komputer dalam pendidikan anak usia dini adalah memandang komputer sebagai sesuatu yang sama dengan bahan-bahan pembelajaran (tradisional) lain dari pada sebagai sesuatu yang terpisah. Komputer bukan dimaksudkan untuk menggantikan bahan dan kegiatan anak-anak usia dini lainnya. Bagaimanapun bahan-bahan lainnya memiliki manfaat yang tidak kalah pentingnya, karena komputer bukanlah pilihan yang tepat untuk perkembangan fisik anak usia kurang dari 3 tahun. Komputer tidak sesuai dengan gaya belajar mereka. Pada usia ini, mereka belajar melalui tubuh, mata, telinga, mulut, tangan dan kaki. Mereka aktif bergerak, merubah fokus dan komputer bukanlah pilihan yang tepat untuk perkembangan keterampilan merangkak, berjalan, berbicara dan berteman (Haugland, 2000).

Sumber : http://tkislamdarunnajah10.wordpress.com/2014/03/15/pembelajaran-komputer-pada-anak-usia-dini-sudah-diperlukan-pada-saat-sekarang/

Minggu, 02 Februari 2014

Peran Komputer Bagi anak

Pada awalnya komputer dititikberatkan pada proses pengolahan data, tetapi karena teknologi yang sangat pesat, saat ini teknologi komputer sudah menjadi sarana informasi dan pendidikan khususnya teknologi internet. Dalam hal pendidikan, komputer dapat dipergunakan sebagai alat bantu (media) dalam proses belajar mengajar baik untuk guru maupun siswa yang mempunyai fungsi sebagai Media tutorial, alat peraga dan juga alat uji dimana tiap fungsi tersebut masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan.
Sebagai media tutorial, komputer memiliki keunggulan dalam hal interaksi, menumbuhkan minat belajar mandiri serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa / anak. Tetapi interaksi komputer dengan manusia belum dapat menggantikan interaksi manusia dengan manusia, selain itu mempunyai kelemahan lain yaitu kemauan belajar mandiri yang masih rendah. Komputer sebagai alat uji memiliki keunggulan dalam keobyektifan, ketepatan dan kecepatan dalam penghitungan tetapi masih belum dapat menilai soal-soal essai, pendapat dan hal yang terkait dengan moral dan etika. Yang terakhir, sebagai media alat peraga, komputer mempunyai kelebihan dapat memperagakan percobaan tanpa adanya resiko, tetapi membutuhkan waktu dalam pengembangannya.
Sebelum memperkenalkan komputer kepada anak, orangtua maupun guru seharusnya dapat memahami perkembangan pemahaman anak, dimana pada usia 0 -2 tahun anak mendapatkan pemahamannya dari penginderaannya. Kemudian usia 2 – 7 tahun anak mulai belajar menggunakan bahasa, angka dan simbol-simbol tertentu. Pada usia 7 – 12 tahun anak mulai dapat berpikir logis, terutama yang berhubungan dengan obyek yang tampak langsung olehnya.
Yang saat ini perlu menjadi perhatian bagi orangtua maupun guru adalah bagaimana cara memperkenalkan komputer kepada anak. Hal yang perlu dicoba adalah dengan program-program aplikasi (software) yang bersifat “Edutainment” yaitu perpaduan antara education (pendidikan) dan entertainment (hiburan). Selain itu program (software) aplikasi “Edutainment” tersebut mempunyai kemampuan menumbuhkembangkan kreatifitas dan imajinasi anak serta melatih saraf motorik anak. Contohnya program permainan kombinasi benda, menyusun benda atau gambar (Puzzle) serta program berhitung dan software-software lain yang didukung perangkat multimedia.
Selain program aplikasi (software), dunia internet semakin berarti bagi anak-anak. Internet memungkinkan anak mengambil dan mengolah ilmu pengetahuan ataupun informasi dari situs-situs yang dikunjunginya tanpa adanya batasan jarak dan waktu. Di samping itu masih ada manfaat lain yang didapat dari internet, misalnya surat menyurat (E-mail), berbincang (chatting), mengambil dan menyimpan informasi (download).
Untuk perkembangan pendidikan selanjutnya teknologi “Teleconference” (Konferensi interaktif secara on line dari jarak jauh) dirasakan sudah pantas di coba dan dikembangkan, karena dapat menghemat waktu, tenaga pengajar, kapasitas ruang belajar serta tidak mengenal letak geografis.

Sumber : http://m3gunk.wordpress.com/artikel-artikel/peran-komputer-bagi-pendidikan-anak/

Rabu, 01 Januari 2014

Pasaraya Komputer Asah Bakat Seni Anak Lewat Lomba Menggambar

YOGYA (KRjogja.com) - PT Pasaraya Komputer yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) DIY bersama Harmoni Creative mengajak anak-anak menyalurkan bakatnya melalui lomba mewarnai dan menggambar bertajuk 'Ibu Kita Kartini Di Mataku' pada Sabtu-Minggu, 12-13 April 2014. Kegiatan diharapkan mampu meningkatkan imajinasi, kreasi dan kreativitas anak-anak dalam dunia seni sekaligus menyambut Hari Kartini.

"Acara ini sebagai bentuk penghargaan kepada Ibu kita Kartini. Merupakan juga program yang dirancang demi kebutuhan anak dalam menyalurkan talenta dan melatih kemampuan dalam bidang seni imajinasi. Ibu Kartini merupakan sosok fundamental dan sangat berharga tanah air dimana karya, jasa dan ilmu budi pekertinya sangat bermanfaat dan terasa hingga saat ini,"tutur Sekretaris Apkomindo DPD DIY, Dicky Purnawibawa di Pasaraya Komputer, Sabtu (12/4).

Dicky menjelaskan pihaknya sangat berkonsentrasi dalam dunia pendidikan dimana proses belajar ini merupakan tahapan perubahan perilaku kognitif, afektif dan psikomotor. Bersifat positif dan berorientasi ke arah yang lebih maju dari pada keadaan sebelumnya.

"Kami mengajak masyarakat untuk membangun bersama melalui pintu pendidikan. Kami berkomitmen menyiapkan generasi yang mampu menghadapi dinamika kehidupan nyata dalam perkembangan zaman yang semakin kompleks. Salah satu implementasi pendidikan adalah penyaluran bakat, talenta dalam bidang berkesenian salah satunya adalah seni mewarnai dan menggambar yang kami adakan selama dua hari ini," paparnya.

Arif Sutanto (Bidang Usaha dan Perdagangan Apkomindo DIY) menjelaskan, lomba dibagi dalam beberapa kategori. Kategori A diikuti oleh PAUD, Pra TK dan TK. Kategori B diikuti siswa kelas 1-3 SD, dan kategori C oleh siswa kelas 4-6 SD. Seluruh karya terbaik, harapan dan nominasi diumumkan pada Minggu (13/4) sekitar pukul 17.00 WIB. "Hari pertama terdaftar lebih 70 anak.  Untuk hari kedua, Minggu 13 April sudah ada sekitar 80 anak sebagai peserta. Mereka nanti akan dipilih terbaik 1, 2 dan 3, harapan 1, 2, 3 dan nominasi. Hadiahnya berupa tropy, piagam dan uang pembinaan," tambah Arif. 

Ditambahkan Arif, lomba menggambar dan mewarnai yang disponsori oleh Speaker Fenda (tersebar di 42 negara) itu sengaja memilih tempat Pasaraya Komputer. Dengan tujuan, mengenalkan kepada anak-anak tentang teknologi dan alat bantu modern. "Pasaraya Komputer merupakan pusat perbelanjaan komputer dan aneka produk IT baru dan lengkap. Di sini anak-anak akan mengenal sejak dini, karena perangkat teknologi ini kelak akan menemani anak-anak pada usia tumbuh, berkembang dan juga pada masa dewasa nanti," papar Arif. (*-24/*-2)