Kamis, 12 Desember 2013

Panduan Mengajar Komputer Untuk Anak Usia TK (Taman Kanak-Kanak)

Panduan Mengajar Komputer Untuk Anak Usia TK (Taman Kanak-Kanak)| Bagi guru taman kanak-kanak (TK) yang di lembaganya mengadakan kelas komputer panduan berikut bisa jadi bahan referensi bagaimana mengajar komputer kepada anak dibawah usia sekolah dasar. Untuk mengajar komputer memang tidak perlu ada panduan khusus, tetapi mempertimbangkan usia dan kompetensi yang harus diterima oleh siswa dengan tingkatan usia tertentu panduan sebaiknya dibuat oleh bagian akademik sekolah, ini sebagai landasan atau SOP. 

Persiapan
Untuk sarana belajar sekolah sebaiknya menyiapkan perangkat komputer yang safety. Standar keamanan sebuah perangkat belajar komputer bisa di search di mesin pencari, atau lain waktu saya akan mempostingnya disini.
Usahakan satu komputer satu siswa, 1:1. Atau jika tidak memungkinkan maksimal 1 komputer 2 siswa.
Ukuran tempat belajar / lab komputer, usahakan sesuai standar ruangan belajar. Baik sirkulasi udara, maupun bentuknya. Untuk tempat praktik komputer siswa taman kanak-kanak tidak ada ukuran standar baku sebenarnya, tetapi yang lebih penting perhatikan jumlah perangkat, jumlah siswa, keleluasaan siswa ketika belajar, dan tidak menghalangi mobilitas instruktur ketika praktik. Dan yang lebih penting keamanan siswa yang harus lebih diperhatikan.
Software yang harus terinstal dalam komputer yang akan digunakan untuk praktik, usahakan perbanyak aplikasi untuk pengolah gambar sederhana. Minimal Paint terbaru. Software-software untuk siswa belajar mewarnai. Games edukasi yang sesuai dengan usia anak.
Infokus lengkap dengan white screen serta perangkat audio. Hal ini untuk sesekali siswa melihat tayangan film-film pendek atau film kartun edukasi. Dan bisa juga untuk panduan ice breaking, atau pemanasan sebelum memulai pelajaran mengadakan senam otak dan senam lainya.
Usahakan model tempat duduk lesehan, tidak duduk dibangku. Ini untuk mengantisifasi aktivitas anak diusia tersebut yang cenderung bebas.
Guru menyiapkan segala kebutuhan praktik. Misalnya file gambar yang akan diwarnai, usahakan sebisa mungkin model penyimpanan file memudahkan siswa. Kalo bisa taro di dekstop saja.
Materi pembelajaran
Untuk siswa usia TK, perbanyak praktik yang bisa mengasah kemampuan psikomotorik anak. Pengenalan warna, objek vektor, dan model mewarnai lainnya. Siswa juga harus diberi wawasan mengenai fungsi komputer secara sederhana. 

Kebanyakan guru memaksakan keinginannya kepada siswanya, mengajar sesuatu yang menurutnya bisa anak lakukan dan menyesuaikan dengan kebutuhan. Padahal anak usia TK tidak perlu demikian, anak TK tidak perlu langsung bisa mengetik di microsoft word sebab mereka tidak akan seang dengan pelajaran seperti itu. Berikan materi sederhana, seperti bagaimana cara memegang mouse yang nyaman ( ingat, yang nyaman bukan yang benar), bagaimana cara mengetik sesuai kemampuan jangkau jari mereka (jangan ajarkan mengetik 12 jari), bagaimana posisi yang nyaman ketika menghadapi monitor.

Berikan pula pengetahuan pengaruh komputer terhadap kesehatan, terutama apabila duduk yang salah, posisi tangan yang salah ketika mengetik dan seterusnya.

Jadi secara skema ada tiga materi yang harus diberikan yaitu:
Praktik menggunakan aplikasi
Pengenalan penggunaan perangkat keras (mouse, keyboard, dan seterusnya)
Pemahaman tentang pengruh komputer terhadap kesehatan
Games dan pelajaran komputer yang menyenangkan lainnya.
Skema pembelajaran

Ketika praktik, disesuaikan dengan jumlah siswa dan jumlah komputer. Kalau jumlah siswa ternyata sesuai dengan jumlah komputer bisa langsung masuk bersamaan satu kelas, kalau tidak, maka dibuatlah kelompok kecil agar proses pembeajaran berjalan epektif.

Minimal ada dua instruktur, lebih daru dua itu sangat baik. Satu instruktur yang memberikan materi didepan siswa. Satu instruktur lagi yang membantu siswa dalam mempraktikan apa yang dicontohkan instruktur satu.  Kalau masih ada satu instruktur lagi, fungsikan sebagai pengawas terhadap kenyamanan dan keamanan siswa.

Nah demikian posting singkat mengenai panduan mengajar komputer untuk anak usia TK. Panduan ini tidak baku, dan ini berdasar apa yang penulis alami selama menjadi guru TIK. Mungkin masih banyak lagi panduan yang lebih lengkap dari rekan guru lainnya, silahkan cari referensi sebanyak-banyaknya untuk kebaikan siswa kita.


Senin, 11 November 2013

Kiat Memilih Program Komputer untuk Anak

Umumnya, anak-anak menggunakan komputer untuk belajar sambil bermain. Tak perlu dilarang, justru harus didukung. Tapi, Anda harus jeli memilih program yang cocok untuk balita Anda.

Program tersebut harus:
Mendorong balita untuk bereksplorasi, berimajinasi dan memecahkan masalah, merefleksikan kehidupan balita tentang apa saja yang sudah diketahui oleh balita seputar lingkungannya.
Melibatkan semua indera termasuk suara dan bunyi
Tidak selesai, sehingga balita punya kesempatan untuk mencari dan bereksplorasi, membuat pilihan kemudian menemukan hasil dari pilihannya
Dengan jenis program semacam itu, berbagai bidang perkembangan balita dapat dicapai secara maksimal termasuk kecerdasan dan keterampilan nonverbal balita. Anak-anak juga menjadi lebih terampil membuat hipotesa, memecahkan masalah, melakukan kolaborasi, punya motivasi dan punya sikap positif terhadap belajar.

Kamis, 10 Oktober 2013

Anak 14 Tahun Bobol Jaringan Komputer, Dikeluarkan dari Sekolah

KOMPAS.com — Seorang anak berusia 14 tahun dikeluarkan dari sekolahnya karena telah membobol (hacking) dan masuk ke sistem komputer sekolah. Padahal, sebelumnya ia menuai pujian dan dikenal sebagai pengembang aplikasi smartphone termuda di Eropa.

Anak itu bernama Aaron Bond asal Inggris. Ia berhasil mengakses informasi rahasia tentang murid dan guru di sekolah, termasuk informasi soal keuangan wakil kepala sekolah. Dia juga mengubah sistem pemesanan ruang komputer sekolah.

Sebelum dikeluarkan, polisi setempat telah melakukan penyelidikan dengan mengambil sampel DNA dan sidik jari Aaron. "Kami mengeluarkan Aaron karena melakukan pelanggaran serius," kata kepala sekolah Kate Mason.

Menurut beberapa pengamat, langkah sekolah mengeluarkan Aaron adalah tindakan yang berlebihan. Sebagian pihak menyayangkan mengapa sekolah tidak mendidik seorang anak dengan bakat komputasi luar biasa melebihi anak seusianya.

Aaron menyatakan bahwa dirinya menyesal telah melakukan hacking jaringan komputer sekolah. "Jika saya tahu konsekuensinya, saya tidak akan pernah melakukan hal itu," sesal Aaron.

Ibunda Aaron tampak tidak bisa menerima keputusan sekolah. Ia pun menyayangkan sekolah tidak mau memberi kesempatan kedua kepada anaknya.

Di Eropa, Aaron pertama kali menarik perhatian publik pada tahun 2011 lalu, ketika ia berumur 13 tahun. Si anak jenius ini berhasil membuat game smartphone bertajuk Spud Run, yang kini menjadi game untuk perangkat iOS (iPhone, iPad, dan iPod Touch) dan dibanderol dengan harga 0,99 dollar AS.

Atas prestasi itu, Aaron dijuluki sebagai pengembang aplikasi termuda di Eropa. Dia mempelajari sendiri teknik mengembangkan aplikasi dengan cara menonton tutorial-tutorial di internet. Aaron juga telah membuat situs web sebuah perusahaan ketika ia berumur 6 tahun.

Bagaimana nasib Aaron selanjutnya? Semoga kejadian ini tidak membuatnya kehilangan semangat mengembangkan aplikasi.

Sumber : http://tekno.kompas.com/read/2012/03/09/19175996/anak.14.tahun.bobol.jaringan.komputer.dikeluarkan.dari.sekolah

Senin, 09 September 2013

Efek Buruk Menyediakan Komputer di Kamar Anak

KOMPAS.com- Meski bermanfaat untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah sekaligus hiburan, namun menempatkan komputer di kamar juga dapat berakibat buruk bagi anak-anak.
Penelitian menunjukkan, komputer dapat mengganggu jadwal tidur anak dan memicu kesulitan mengingat. Oleh karena itu pula, anak yang kamarnya dilengkapi komputer cenderung mendapat nilai buruk di sekolah.  Para ahli menganjurkan, komputer dan televisi sebaiknya tidak diletakkan di kamar anak.
Menurut mereka, tidur sangat penting bagi anak, terutama usia menjelang remaja. Tidur bermanfaat bagi pemindahan informasi dari ingatan jangka pendek ke jangka panjang yang berguna untuk mengingat pelajaran.
Dalam penelitiannya, para ilmuwan dari The University of Helsinki Finlandia melibatkan 353 anak berusia 10 hingga 11 tahun. Mereka menanyai anak-anak tersebut tentang letak TV dan komputer serta kebiasaan tidur mereka. Para peneliti kembali mengulangi lagi 18 bulan setelahnya.
Hasil riset yang dipublikasikan jurnal BMC Public Health tersebut menemukan, komputer dan TV dalam kamar anak secara khusus dapat menjadi pengganggu tidur anak.
Menurut para peneliti, tersedianya komputer di kamar membuat anak-anak cenderung keranjingan bermain game sehingga mengurangi waktu tidur mereka. Begitu pula TV yang membuat anak cenderung tidak berolahraga dan tidak lelah di waktu seharusnya mereka tidur.
Cahaya yang dikeluarkan layar dapat memicu perubahan hormonal dalam tubuh. Ketidakseimbangan hormon, terutama yang berhubungan dengan hormon tidur, menjadi penyebab kesulitan tidur.
Salah seorang peneliti Teija Nuutinen mengatakan, benda-benda elektronik seharusnya tidak diletakkan di kamar anak. Anak butuh waktu tidur lebih banyak, dan benda-benda elektronik itu dapat mengurangi waktu tidur mereka.
"Jika dibiarkan, maka ini akan mempengaruhi kinerja mereka di sekolah dan perkembangan mereka," ujar Nuutinen.

Sumber : http://health.kompas.com/read/2013/07/28/1926132/.Efek.Buruk.Menyediakan.Komputer.di.Kamar.Anak

Kamis, 08 Agustus 2013

Perlukah Anak Belajar Komputer Sejak Dini ?

Ketika saya terlibat dalam aktivitas belajar mengajar komputer untuk anak TK, saya kerap kali mendapat pertanyaan dari para orang tua anak.
“Apakah memang perlu anak-anak yang usianya masik kecil begini mendapatkan pelajaran komputer ?.”
Seperti itulah pertanyaan yang sering terlontar dari para orang tua anak-anak.

Sebenarnya komputer yang diberikan khususnya kepada anak Taman Kanak-Kanak sifatnya hanyalah sebagai pengenalan saja dan hiburan. Jika pelajaran komputer dijadikan pelajaran yang serius tentu mereka akan terbebani, karena mereka masih harus focus pada pelajaran membaca dan berhitung.

Pelajaran Komputer untuk anak TK bisa dijadikan sebagai awal mereka untuk memperlancar penggunaan mouse maupun untuk mengenalkan tata letak tombol huruf yang ada di keyboard dan hal itu tentu saja didukung oleh software-software yang memang khusus untuk usia yang berbeda-beda.
Dengan bantuan software-software yang banyak beredar di pasaran akan semakin memudahkan anak untuk sekaligus belajar tentang abjad, angka, warna, perbandingan besar kecil sebuah benda, pengenalan sayur-sayuran, buah-buahan, tumbuh-tumbuhan dan masih banyak lagi.
Selain itu masih banyak manfaat yang didapatkan dari pembelajaran komputer untuk anak usia Playgroup atau TK.

Untuk memperkuat anggapan bahwa anak usia dini perlu sekali belajar komputer sejak dini bisa kita lihat dari analisa Dr. Glenn Doman dimana dalam bukunya yang berjudul How to Multiply Your Child’s Intelligence menyatakan bahwa : ‘Semua bayi dalam perkembangan berikutnya akan ditentukan pada usia enam tahun pertama dari hidupnya.”
Dalam penelitiannya, Doman menemukan bahwa sebagian besar anak belajar diantara usia 1 sampai 6 tahun dengan menyerap segala sesuatu yang diajarkan kepada mereka. Pengajaran yang diperoleh anak pada usia ini akan menentukan nilai-nilai atau keterampilan yang akan mereka miliki di masa mendatang.

Berdasarkan atas penemuan di atas, adalah penting bagi kita untuk memperkenalkan anak-anak kepada komputer ketika mereka masih dini, misalkan ketika mereka masih berusia 18 bulan. Tetapi pada usia ini, mereka masih belum bisa menggunakan komputer.

Di atas usia 18 bulan, anak–anak masih mencoba menguasai perkembangan keterampilan fisik dasar seperti merangkak,berjalan dan berbicara. Kita hanya dapat memberikan pengenalan kepada mereka sampai sejauh penglihatan dan perasaan mengenai komputer. Dengan demikian kita bisa menanamkan benih perhatian pertama dalam pikiran anak-anak.

Pada usia 2 sampai 4 tahun, anak-anak mengembangkan pemikiran logis dan tingkat kecerdasan tertentu. Pada usia ini, anak-anak lebih Independen dan bisa melakukan aktivitas tertentu dalam dirinya sendiri. Usia inilah waktu terbaik dan paling efektif untuk memperkenalkan anak ke dalam aktivitas komputer, karena mereka bisa melakukan eksperimen dan menggabungkan pelajaran yang telah di dapat.

Sumber : http://mickeyanti.blogspot.com/

Minggu, 07 Juli 2013

Mengenalkan Program Komputer Pada Anak

Mengenalkan komputer sudah bisa dimulai sejak dini. Apalagi sekarang banyak sekali program-program permainan edukatif yang khusus dirancang untuk pembelajaran anak. Aktivitas ini bahkan sudah bisa dikenalkan sejak anak berusia dini. Perkembangan internet juga semakin pesat. Semakin banyak interactive serta online games atau learning resource khusus anak.

Tujuan untuk mengenalkan computer bukan saja mengenalkan anak-anak sejak dini tentang perkembangan teknologi. Di lain sisi, computer dapat digunakan untuk meningkatkan ketrampilan tertentu. Ketrampilan yang paling mendasar adalah terlatihanya kemampuan motorik halus anak (koordinasi mata-tangan) ketika anak belajar mengendalikan kursos dengan mousenya. Khusus untuk programnya, kita dapat mengenalkan program sesuai kebutuhan anak, misalnya program untuk mengenalkan huruf dan angka, kemampuan memori, atau spasial.

Berikut ini ada beberapa tips yang dapat digunakan oleh orang tua saat mengawali pengenalan computer pada anak :
1. Pastikan dahulu sebelum mencoba
Sebelum duduk bersama anak untuk memainkan suatu program online, lakukan dahulu survei kecil-kecilan. Pastikan bahwa program tersebut tidak terlalu sulit (sehingga membuat anak frustasi) dan tidak terlalu mudah (tidak menantang) bagi anak. Pastikan juga online program tersebut sangat aman untuk anak anda, mengingat banyaknya isu mengenai kekerasan dan pornografi yang beredar bebas lewat internet. Sebaiknya tidak hanya mengandalkan rekomendasi dari orang lain tentang suatu online program. Lakukan riset sendiri tentang pas tidaknya program tersebut untuk anak anda.

2. Membangun percakapan dengan anak
Saat anda berada di depan computer dengan anak, bersikaplah aktif tidak sebatas pada tugas yang harus dipenuhi anak. Misalnya ketika ada program menghitung, anda hanya berbicara tentang hitungan saja. Cobalah kembangkan percakapan, misalnya menanyakan apa saja yang dilihat, berikan pendapat anda tentang apa yang dilakukan anda, dan sebagainya. Hal ini akan menjadi amat penting, khususnya jika anda tidak punya banyak waktu untuk berinteraksi dengan anak. Jadikan momen ini sebagai momen yang berkualitas.

3. Berikan kesempatan untuk mencoba
Bagi kita - orang dewasa - pasti sangat mudah memahami instruksi serta tugas yang harus dilakukan dalam suatu program online anak-anak. Namun hal itu berbeda dengan anak. Sebelum anda mengarahkan mereka, ajak anak anda melakukan eksplorasi. Bebaskan anak anda untuk mencoba meng”klik” sesuai pemahamannya. Tanyakan kepada mereka apa yang sedang mereka lakukan dan apa yang mereka inginkan. Berikan bantuan jika memang anak anda bertanya.

4. Langkah setiap anak berbeda
Kita tidak perlu terlalu mengkhawatirkan tentang berapa cepat atau lambat anak kita memahami konsep yang dikenalkan melalui program online tersebut. Tentu tidak perlu khawatir jika anak anda terasa lambat mencapai tujuan program tersebut. Ingat, dalam hal ini yang paling penting adalah PROSES bukanlah hasilnya. Yang paling penting adalah pastikan anak anda menikmati aktivitas itu.

5. Batasi waktu
Pembelajaran lewat compute memang suatu kegiatan yang sangat baik. Di sisi lain anak-anak membutuhkan pengalaman yang bervariasi pula dimana computer menjadi salah satu bagiannya. Oleh karena itu, batasi waktu bermain computer. Sepakati di awal kegiatan. Untuk anak-anak usia dini, 15 menit sampai 1 jam sudah lebih dari cukup untuk 1 sesi permainan.

Sumber : http://mickeyanti.blogspot.com/

Kamis, 06 Juni 2013

Perkenalkan Komputer pada Anak sejak Dini

Tak ada batasan usia tertentu untuk memperkenalkan komputer pada anak, namun orang tua disarankan untuk mengenal betul kebutuhan anak-anak mereka.

Di era teknologi seperti sekarang, orang tua tidak hanya harus menyiapkan anak-anak mereka untuk kompetisi yang sangat ketat, tetapi mereka juga dituntut untuk menyiapkan anak-anak mengikuti perkembangan. 

Berbagai informasi terbaru dan terpenting wajib diberikan kepada mereka. Tentu, dengan batasan-batasan yang disesuaikan dengan usia anak. 

Komputer, salah satu bentuk inovasi teknologi, merupakan kebutuhan anak yang harus diperkenalkan. 

Melalui benda ini, kreativitas anak sangat mungkin untuk dikembangkan, dan berbagai informasi dari berbagai belahan bumi lainnya dapat diketahui.

Namun ingat, selain manfaatnya yang sangat banyak, komputer bisa menjadi bumerang. 

Bila pengawasan orang tua lemah, anak-anak bisa kecanduan komputer dan mengakibatkan berbagai dampak yang tidak diharapkan. Apalagi jika dilengkapi dengan Internet yang mampu membuat siapa pun lupa waktu. 

Pakar pendidikan sekaligus guru besar di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Arief Rahman, menyatakan saat ini komputer merupakan sarana pelengkap pendidikan anak-anak. Tak ada salahnya untuk memperkenalkannya secara dini.

“Tidak ada batasan umur untuk mempelajari komputer karena yang menjadi patokan adalah keterampilan dan kematangan berpikir si anak. Jadi sangat mungkin jika anak berusia tiga tahun sudah bisa menguasai komputer,” ujar Arief. 

Namun, sekali lagi diingatkan agar orang tua melakukan pengawasan secara ketat. Mereka disarankan untuk memilih program-program yang sesuai dengan usia anak.

Guru komputer Sekolah Dasar (SD) Daarul Quran International, Tangerang, Banten, Jawa Barat, Widyamukti A W, menyatakan sangat setuju dengan anjuran memperkenalkan komputer secara dini pada anak-anak. 

Bahkan menurutnya, semakin cepat seorang anak mengenal komputer, kemampuan anak untuk berinteraksi dengan benda ini akan lebih baik. 

Menurut pria yang akrab disapa Wiwid ini, kemampuan anak-anak mempelajari sesuatu cenderung lebih cepat jika dibandingkan orang dewasa. 

Meski demikian, dia tidak setuju jika anak mulai diperkenalkan pada komputer pada tingkat taman kanak-kanak (TK). 

“Pada usia ini anak masih senang bermain. Idealnya, anak-anak mulai dikenalkan saat usia SD,” katanya. 

Menurut Wiwid, keuntungan yang bisa diambil dari pembelajaran komputer pada anak tingkat SD adalah mereka bisa mendapatkan hal-hal baru yang bermanfaat di luar pelajaran yang telah didapat di kelas. 

Selain itu, mereka bisa mengasah kreativitas di luar kelas melalui program-program yang disediakan khusus bagi siswa sekolah dasar.

Di sisi lain, Wiwid mengingatkan agar anak jangan terlalu dipaksa untuk memahami benda elektronik ini. Jika pemaksaan terjadi, sangat mungkin mereka tak mau mencobanya. 

Bahkan timbul kebencian pada komputer, dan kelak malahan menjadi beban akademik baginya. 



Program Khusus

Metode pengajaran yang diberikan pengajar berbeda-beda. Wiwid menyatakan dia memulainya dengan memperkenalkan bagian-bagian komputer. ”Ini namanya komputer, kepalanya disebut monitor dan badannya PC (personal computer),” katanya mencontohkan.

Tahapan selanjutnya adalah melakukan praktik keterampilan langsung di depan komputer. 

Dengan cara ini, anak-anak diharapkan bisa terampil untuk menggunakannya dan akhirnya mampu mengajaknya “berpartner” untuk mengasah kreativitas. 

Anak-anak usia kelas satu dan dua SD sebaiknya tidak diajarkan untuk mengetik. Pada level ini mereka belum lancar mengeja dan masih harus banyak berlatih. 

Program terbaik yang bisa diajarkan pada anak-anak usia 7 dan 8 tahun adalah menggambar. 

“Makanya perangkat lunak yang digunakan juga harus sepadan dan cocok dengan anak, misalnya Microsoft Paint dan Tuxpaint, sebuah free ware yang digunakan untuk mengajarkan anak program gambar,” ujar Wiwid.

Berdasarkan pengalamannya menjadi guru komputer, kendala yang paling sering dihadapinya adalah memberi pengertian kepada anak-anak yang kebanyakan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. 

Namun, dengan pendekatan khusus, dia memberi pengertian bahwa program yang bisa mereka dapatkan harus sesuai dengan usia.

Walau menurut Wiwid usia SD adalah waktu yang tepat untuk mengenalkan komputer, menurut beberapa pakar, saat yang tepat justru ketika anak menginjak usia empat tahun. 

Pada usia ini, anak dinilai telah mampu mengembangkan pemikirannya secara logis dan sudah berada pada tingkat kecerdasan tertentu. 

Pada usia ini pula, dengan panduan orang tua, mereka disarankan untuk diperkenalkan pada program-program yang memang disediakan bagi anak-anak sesuai umurnya.

Dengan pendampingan orang tua, mereka juga sekaligus diajarkan untuk mengenali bagian-bagian komputer. 

Kedekatan ini akan mampu menghasilkan keuntungan lainnya, yaitu keakraban orang tua dan anak. 

Selain itu, dengan mengenal kemampuan anak, orang tua akan berusaha untuk mencari informasi tentang program-program lanjutan yang tepat bagi anak mereka.

Sumber : http://mickeyanti.blogspot.com/

Minggu, 05 Mei 2013

Baikkah Memberikan Tablet Untuk Anak Balita?

Sekarang gadget elektronik bukan menjadi suatu barang yang mewah lagi tetapi sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan keluarga. Bahkan penggunaan barang elektronik seperti TV, video game, handphone, Ipad atau Android tablet untuk anak diperlakukan sebagai “digital babysitter” terutama agar balita lebih tenang. Banyaknya aplikasi dan games yang menarik, edukatif juga interaktif bagi balita menjadi pertimbangan orang tua untuk memberikan tablet untuk anak bermain dan membaca. Tetapi ada beberapa efek negatif yang dapat terjadi bila orang tua memberikan tablet untuk anak usia balita yang sedang dalam masa perkembangan.
Gangguan tidur
Anak dapat mengalami susah tidur atau kualitas tidur yang kurang baik bila sebelum waktu tidur ia menonton TV, membaca cerita lewat aplikasi e-Book di tablet, bermain video games. Ini dapat terjadi karena cahaya yang dipancarkan dari layar gadget elektronik tersebut yang membuat anak sulit untuk tidur. Jadi pikirkanlah matang-matang sebelum membelikan tablet untuk anak.
Keterlambatan bicara
Menurut penelitian yang dilakukan oleh American Academy of Pediatrics, sangat disarankan agar anak berusia di bawah 2 tahun tidak diberikan “screen time” atau ekspos pada layar dari gadget elektronik karena dapat mengakibatkan keterlambatan bicara dan gangguan tidur. Penelitian lain juga menyingkap bahwa TV berpengaruh dalam “talk time” atau waktu bicara berkualitas antara orang tua dan anak, di mana sangat penting bagi perkembangan bahasa anak.
Sikap pasif
Sikap pasif ini maksudnya anak kurang bergairah untuk melakukan aktivitas fisik seperti berjalan, berlari, bermain puzzle. Dengan bermain tablet, anak berhadapan dengan layar yang disentuh sesuai dengan petunjuk interaktif. Namun kurangnya stimulasi sebanyak anak dapat memegang langsung benda konkrit seperti bola atau puzzle, membuat anak cenderung lebih pasif. Sedangkan anak terutama batita yang kemampuan kognitifnya sedang berkembang dapat distimulasi lewat sensori dengan cara memegang, menyentuh, mencium, melihat serta mendengar. Anak lebih membutuhkan objek konkret daripada lewat layar dalam proses belajar dan perkembangan kognitifnya.
Kurang baik bagi perkembangan fungsi mata
Tentunya layar TV, tablet, handphone sangat menarik untuk anak sehingga ia terpaku melihatnya. Namun perlu diingat bahwa gerakan (motion) yang cepat berpindah dari satu ke yang lainnya, warna yang terang dari layar dapat membuat otot mata lelah bahkan berubah secara fisiologis. Ditambah lagi bila jarak antara mata dan layar dekat dan kurang terekspos sinar matahari sangat berpengaruh bagi perkembangan mata balita.

Kamis, 04 April 2013

Komputer Bagi Anak

Selain memiliki manfaat, komputer juga menyimpan mudhorot. Keterlibatan orangtua amat diperlukan untuk mencegah anak mengambil manfaat dari kotak ajaib ini.
Ibu Endang merasa beruntung anak-anaknya ‘bersahabat’ dengan komputer sejak dini. Fatih (9), anaknya yang pertama, tak hanya senang bermain games, namun juga lancar mengoperasikan berbagai program olah kata dan angka. Sementara adiknya, Nadia (4) yang baru belajar mengenal komputer, sudah asyik menjajal program pendidikan dalam mengenal warna dan bentuk saja. Fatih kini pintar matematika lantaran sering berlatih dengan bantuan komputer. Sementara Nadia punya banyak kosakata bahasa Inggris juga lantaran sering bermain komputer.
Tetapi, Ibu Rahmi justru merasa punya masalah dengan ‘keakraban’ anaknya dengan komputer. Menurutnya, Rizki (7 tahun) kini lebih sukai ‘bermain’ dengan komputernya daripada dengan teman-temannya. Rizki bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk bermain games. Ia juga malas bila diajak menulis atau menggambar. Tak heran, tugas menggambar di sekolah tidak pernah dikerjakannya sampai tuntas. Tetapi, untuk menggambar di komputer ia sangat pandai. Maklum, dengan satu dua klik-an saja, ia sudah dapat menggambar dan mewarnai dengan sempurna.

Pernah punya pengalaman senada?
Positif-Negatif
Nina Armando, Staf Pengajar Jurusan Komunikasi FISIP UI, mengatakan bahwa kemunculan teknologi komputer sendiri sesungguhnya bersifat netral. Pengaruh positif atau negatif yang bisa muncul dari alat ini tentu saja lebih banyak tergantung dari pemanfaatannya. Bila anak-anak dibiarkan menggunakan komputer secara sembarangan, pengaruhnya bisa jadi negatif. Sebaliknya, komputer akan memberikan pengaruh positif bila digunakan dengan bijaksana, yaitu membantu pengembangan intelektual dan motorik anak.
Senada dengan Nina, Muhammad Rizal, Psi, Psikolog di Lembaga Psikologi Terapan UI, mengatakan banyak manfaat dapat diambil dari penggunaan komputer, namun tak sedikit pula mudhorot yang bisa ditimbulkannya.
Diantara manfaat yang dapat diperoleh adalah penggunaan perangkat lunak pendidikan seperti program-program pengetahuan dasar membaca, berhitung, sejarah, geografi, dan sebagainya. Tambahan pula, kini perangkat pendidikan ini kini juga diramu dengan unsur hiburan (entertainment) yang sesuai dengan materi, sehingga anak semakin suka.
Manfaat lain bisa diperoleh anak lewat program aplikasi berbentuk games yang umumnya dirancang untuk tujuan permainan dan tidak secara khusus diberi muatan pendidikan tertentu. Beberapa aplikasi games dapat berupa petualangan, pengaturan strategi, simulasi, dan bermain peran (role-play).
Dalam kaitan ini, komputer dalam proses belajar, akan melahirkan suasana yang menyenangkan bagi anak. Gambar-gambar dan suara yang muncul juga membuat anak tidak cepat bosan, sehingga dapat merangsang anak mengetahui lebih jauh lagi. Sisi baiknya, anak dapat menjadi lebih tekun dan terpicu untuk belajar berkonsentrasi.
Namun, sisi mudhorot penggunaan komputer tak juga bisa diabaikan. Salah satunya adalah dari kemungkinan anak, kemungkinan besar tanpa sepengetahuan orangtua, ‘mengkonsumsi’ games yang menonjolkan unsur-unsur seperti kekerasan dan agresivitas. Banyak pakar pendidikan mensinyalir bahwa games beraroma kekerasan dan agresi ini adalah pemicu munculnya perilaku-perilaku agresif dan sadistis pada diri anak.
Akses negatif lewat internet
Pengaruh negatif lain, disepakati Nina dan Rizal adalah terbukanya akses negatif anak dari penggunaan internet. Mampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagi pengembangan wawasan anak. Sayangnya, anak juga terancam dengan banyaknya informasi buruk yang membanjiri internet.
Melalui internetlah berbagai materi bermuatan seks, kekerasan, dan lain-lain dijajakan secara terbuka dan tanpa penghalang. Nina mengungkapkan sebuah studi yang menunjukkan bahwa satu dari 12 anak di Canada sering menerima pesan yang berisi muatan seks, tawaran seks, saat tengah berselancar di internet.
Meski demikian, baik Nina maupun Rizal sepakat bahwa mengajarkan internet bagi anak, di zaman sekarang merupakan hal penting. Hanya saja, demi mencegah dampak negatifnya, ada beberapa hal yang harus dilakukan orangtua.
Pertama, orangtualah yang seharusnya mengenalkan internet pada anak, bukan orang lain. Mengenalkan internet berarti pula mengenalkan manfaatnya dan tujuan penggunaan internet. Karena itu, ujar Nina, orangtua terlebih dahulu harus ‘melek’ media dan tidak gatek.
”Sayangnya, seringkali anaknya sudah terlalu canggih, sementara orangtuanya tidak tahu apa-apa. Tidak tahu bagaimana membuka internet, juga tidak tahu apa-apa soal games yang suka dimainkan anak. Nanti ketika ada akibat buruknya, orangtua baru menyesal,” sesal Nina.

Kedua, gunakan software yang dirancang khusus untuk melindungi ‘kesehatan’ anak. Misalnya saja program nany chip atau parents lock yang dapat memproteksi anak dengan mengunci segala akses yang berbau seks dan kekerasan.
Ketiga, letakkan komputer di ruang publik rumah, seperti perpustakaan, ruang keluarga, dan bukan di dalam kamar anak. Meletakkan komputer di dalam kamar anak, menurut Nina akan mempersulit orangtua dalam hal pengawasan. Anak bisa leluasa mengakses situs porno atau menggunakan games yang berbau kekerasaan dan sadistis di dalam kamar terkunci. Bila komputer berada di ruang keluarga, keleluasaannya untuk melanggar aturan pun akan terbatas karena ada anggota keluarga yang lalu lalang.
Cegah kecanduan
Pengaruh negatif lain bagi anak, menurut Rizal, adalah kecendrungan munculnya ‘kecanduan’ anak pada komputer. Kecanduan bermain komputer ditengarai memicu anak menjadi malas menulis, menggambar atau pun melakukan aktivitas sosial.
Kecanduan bermain komputer bisa terjadi terutama karena sejak awal orangtua tidak membuat aturan bermain komputer. Seharusnya, menurut Rizal, orangtua perlu membuat kesepakatan dengan anak soal waktu bermain komputer. Misalnya, anak boleh bermain komputer sepulang sekolah setelah selesai mengerjakan PR hanya selama satu jam. Waktu yang lebih longgar dapat diberikan pada hari libur.
Pengaturan waktu ini perlu dilakukan agar anak tidak berpikir bahwa bermain komputer adalah satu-satunya kegiatan yang menarik bagi anak. Pengaturan ini perlu diperhatikan secara ketat oleh orangtua, setidaknya sampai anak berusia 12 tahun. Pada usia yang lebih besar, diharapkan anak sudah dapat lebih mampu mengatur waktu dengan baik.
Peran penting orangtua
Menimbang untung ruginya mengenalkan komputer pada anak, pada akhirnya memang amat tergantung pada kesiapan orangtua dalam mengenalkan dan mengawasi anak saat bermain komputer. Karenanya, kepada semua orangtua, Rizal kembali mengingatkan peran penting mereka dalam pemanfaatan komputer bagi anak.
Pertama, berikan kesempatan pada anak untuk belajar dan berinteraksi dengan komputer sejak dini. Apalagi mengingat penggunaan komputer adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari pada saat ini dan masa yang akan datang.
Kedua, perhatikan bahwa komputer juga punya efek-efek tertentu, termasuk pada fisik seseorang. Karena perhatikan juga amsalah tata ruang dan pencahayaan. Cahaya yang terlalu terang dan jarak pandangan terlalu dekat dapat mengganggu indera penglihatan anak.
Ketiga, pilihlah perangkat lunak tertentu yang memang ditujukan untuk anak-anak. Sekalipun yang dipilih merupakan program edutainment ataupun games, sesuaikan selalu dengan usia dan kemampuan anak.
Keempat, perhatikan keamanan anak saat bermain komputer dari bahaya listrik. Jangan sampai terjadi konsleting atau kemungkinan kesetrum terkena bagian tertentu dari badan Central Processing Unit (CPU) komputer.
Kelima, carikan anak meja atau kursi yang ergonomis (sesuai dengan bentuk dan ukuran tubuh anak), yang nyaman bagi anak sehingga anak dapat memakainya dengan mudah. Jangan sampai mousenya terlalu tinggi, atau kepala harus mendongak yang dapat menyebabkan kelelahan. Alat kerja yang tidak ergonomis juga tidak baik bagi anatomi anak untuk jangka panjang.
Keenam, bermain komputer bukan satu-satunya kegiatan bagi anak. Jangan sampai anak kehilangan kegiatan yang bersifat sosial bersama teman-teman karena terlalu asik bermain komputer.

Minggu, 03 Maret 2013

Begini Akibat Buruk Kebanyakan Nonton TV dan Main Komputer pada Anak-Anak


Jakarta, Membiarkan anak menonton televisi agar tidak rewel merupakan pilihan paling mudah. Tapi tunggu dulu. Sebuah penelitian di Australia membuktikan bahwa menonton televisi atau memainkan game di komputer ternyata berefek buruk untuk perkembangan anak.


Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan dari Universitas Deakin melakukan penyelidikan mengenai dampak menonton televisi dan penggunaan komputer pada anak berusia dua hingga enam tahun. Mereka menganalisis kebiasaan dan kesehatan 3.600 anak prasekolah dan memantau mereka hingga dua tahun kemudian.



Hasil penelitian itu, semakin lama waktu yang dihabiskan anak di depan layar, semakin buruk perkembangan anak.



Setiap pertambahan jam dalam menonton telivisi berkorelasi dengan pengurangan fungsi keluarga bagi anak. Anak cenderung merasa kurang nyaman atau akan menimbulkan banyak pertentangan di rumah. Dan khusus untuk anak perempuan, setiap tambahan jam yang digunakan untuk bermain komputer atau game akan memicu berbagai masalah emosional.



"Kami menemukan bahwa anak-anak yang lebih banyak menonton televisi memiliki skor penilaian keluarga yang lebih buruk pada pengamatan kedua. Dan pada anak perempuan, kami menemukan bahwa mereka yang lebih sering memainkan game dan komputer lebih banyak mengalami masalah emosional ketika diamati dua tahun kemudian," ujar Dr Trina Hinkley, salah satu peneliti dari Universitas Deakin.



Ia melihat bahwa hasil tersebut tetap sama, tak peduli bagaimana kondisi kesejahteraan atau riwayat pendidikan keluarga. Meski demikian, kata Dr Hinkley, masih belum jelas mengapa banyak menghabiskan waktu di depan layar dapat berakibat buruk pada anak.



"Saya rasa kami perlu melakukan penelitian lebih lanjut di area yang sama untuk menentukan mengapa hal tersebut terjadi. Sebab hanya ada sedikit studi mengenai hal ini pada populasi anak-anak berusia dini," pungkas Hinkley seperti dikutip dari ABC Australia pada Minggu (13/4/2014).



(vit/vit)


Sumber : http://health.detik.com/read/2014/04/13/160255/2553756/764/begini-akibat-buruk-kebanyakan-nonton-tv-dan-main-komputer-pada-anak-anak

Sabtu, 02 Februari 2013

Komputer & Anak : Sedini Apa Anda Memperkenalkannya?

Dengan kemajuan teknologi terus-menerus terjadi di seluruh dunia, sangat tak terelakkan bahwa komputer akan segera menjadi seperti mana-mana seperti televisi. Statistik menunjukkan bahwa hampir semua rumah di semua negara-negara maju dilengkapi dengan komputer. Anak-anak sekarang lebih terpapar teknologi ini daripada sebelumnya. Sekarang tidak mengejutkan untuk melihat anak-anak kecil sangat mahir dalam mengendalikan dan memanipulasi ini sangat berguna dan alat yang ampuh. Tetapi banyak orangtua prihatin tentang fenomena ini dan takut tentang kesejahteraan anak-anak mereka. Banyak yang menanyakan pertanyaan ini, “Pada umur berapa saya dapat membiarkan anak-anak saya untuk mulai bermain komputer?”
Ada berbagai pendapat mengenai masalah ini, kebanyakan dari mereka terletak pada ekstrem. Beberapa orang mengatakan bahwa anak-anak tidak boleh diizinkan untuk menggunakan komputer sementara yang lain mengatakan bahwa anak-anak dapat menggunakan komputer kapan pun dan bagaimanapun yang mereka inginkan. Pendapat saya mengenai masalah ini agak terletak di antara dua ekstrem.
Saya percaya bahwa komputer adalah alat yang sangat berharga dapat sangat berguna dalam pendidikan anak. Orangtua yang terlalu longgar perlu cerdas dalam bagaimana mereka membiarkan anak-anak mereka menggunakan komputer. Mesin ini hanya menjadi tidak aman bagi anak-anak ketika orangtua tidak memberikan bimbingan yang tepat untuk penggunaannya. Mereka yang sangat sibuk dengan bisnis atau pekerjaan mereka cenderung menggunakan komputer sebagai pengganti teman bagi anak-anak mereka.
Di sisi lain, pendapat orang tua yang terletak pada ekstrim yang lain percaya bahwa komputer benar-benar berbahaya bagi anak-anak. Sebuah rekomendasi yang dibuat oleh American Academy of Pediatrics (http://aappolicy.aappublications.org/) yang mereka dilepaskan setelah melakukan studi tentang penggunaan televisi menyatakan bahwa orang tua harus “Hindari menonton televisi bagi anak-anak muda dari 2 tahun, dan mendorong kegiatan-kegiatan yang lebih interaktif akan mempromosikan perkembangan otak yang tepat, seperti berbicara, bermain, bernyanyi, dan membaca bersama-sama. “Sebuah tafsir rekomendasi ini telah mendorong orang tua untuk percaya bahwa komputer dapat menghambat perkembangan otak normal dan memicu efek negatif pada anak-anak mereka. Orangtua yang merupakan anggota grup ini tidak boleh buta terhadap kenyataan bahwa komputer telah menaklukkan dunia. Jadi saya menyarankan bahwa mereka hanya mencoba untuk mengeksplorasi banyak cara mengapa komputer juga dapat berguna dalam mengembangkan kemampuan akademik anak-anak.
Penelitian telah menunjukkan bahwa ada beberapa perangkat lunak komputer yang menampilkan permainan edukatif yang dirancang dengan baik dan menyenangkan. Mereka dengan hati-hati diciptakan untuk benar-benar meningkatkan perkembangan otak tepat di anak-anak. Jadi, ketika membeli perangkat lunak untuk anak-anak Anda, Anda harus sangat diskriminatif dalam memilih dari begitu banyak pilihan yang tersedia di pasar. Ini adalah fakta menyedihkan bahwa banyak pengembang hanya perbankan pada meningkatnya popularitas permainan komputer pendidikan sehingga mereka hanya sembarangan meluncurkan perangkat lunak yang tidak benar-benar bermanfaat bagi anak-anak. Ingatlah bahwa hanya orang-permainan yang interaktif dan reaktif akan sangat membantu anak Anda belajar sambil bersenang-senang.
Para ahli mengatakan bahwa itu semua hak untuk membiarkan bayi bermain game komputer selama mereka memancing respons dari mereka. Ada sejumlah game online yang tersedia secara gratis. Cobalah mengunjungi www.sesamestreet.com, www.fisher-price.com, www.kiddiesgames.com dan www.babyfungame.com. Bayi permainan yang ditampilkan dalam situs ini penuh dengan grafis yang cerah dan berwarna-warni. Bayi hanya perlu menekan tombol acak pada keyboard untuk mengendalikan permainan. Ini mengajarkan mereka konsep sebab dan akibat. Ada juga anak permainan yang lebih menantang daripada yang untuk bayi. Mereka sangat interaktif dan memiliki lebih banyak konten pendidikan. Mereka sering dibuat dalam cara yang positif anak membangun rasa percaya diri. Melalui permainan ini, anak dapat belajar bentuk, warna, bentuk huruf, angka, pola, dan membaca kata-kata sederhana. Mereka membantu anak-anak belajar untuk mengidentifikasi dan mengamati.
Namun, Anda harus membatasi jumlah waktu yang anak Anda habiskan di main game di komputer, sehingga mereka dapat tetap memiliki waktu untuk melakukan kegiatan lain yang akan mengembangkan motorik kasar, motorik halus dan keterampilan sosial. Bagi mereka yang memiliki anak-anak yang lebih tua, hati-hati sensor segala sesuatu yang mereka akses melalui komputer. Menerapkan jadwal yang ketat dalam penggunaan komputer mereka sehingga mereka tidak berakhir mengabaikan studi mereka. Hanya ingat bahwa komputer bukanlah alat utama untuk anak Anda belajar, itu hanyalah salah satu dari banyak alternatif yang Anda inginkan.

Selasa, 01 Januari 2013

Usia Terbaik Anak Mengenal Komputer


Anak mulai tertarik mengutak-atik komputer, jangan langsung dilarang, Ma. Perlu Anda tahu, ada beberapa keuntungan belajar komputer sejak dini. Apa saja?



Sulit rasanya membayangkan kehidupan masa kini tanpa komputer. Tak heran kalau orang tua merasa perlu memperkenalkan anak pada komputer sejak dini agar anaktak tertinggal pesatnya perkembangan teknologi informasi. Orang tua menyadari, tantangan masa depan pasti akan lebih dinamis dan kompetitif. 



Di Singapura, misalnya, sebagian orang tua dikabarkan mengalami sindrom “kiasu”, yaitu ketakutan berlebihan anakmereka akan tertinggal dari teman-temannya bila tidak diperkenalkan pada komputer sejak dini. Para orang tua ini berambisi agar anaknya menjadi jagoan komputer. 



Akhirnya, belajar komputer bagi anak menjadi suatu kewajiban. Tentu saja ini kurang tepat, karena belajar komputer seharusnya dilakukan tanpa paksaan agar menjadi pengalaman menyenangkan bagi anak. Namun yang jelas, bisa mengoperasikan komputer telah menjadi realitas penting yang tak bisa dibantah.



Kalau begitu, seberapa dini sebenarnya anak bisa mulai mengenal komputer? Menurut Catherine dan Glenn de Padua, penulis Teaching Children Computer Literacy, banyak peneliti menyarankan usia 3 - 4 tahun sebagai usia terbaik untuk memulai pelajaran komputer pada anak. Di usia ini, anak sudah menguasai keterampilan hidup dasar, seperti berjalan dan berbicara. Karena itulah ia sudah siap mengeksplorasi komputer dan melakukan aktivitas coba-coba secara langsung. 



Jangan heran kalau setelah beberapa kali pelajaran saja, ia sudah mampu mengoperasikan aneka program sendiri!



Lalu, apa saja keuntungan belajar komputer sejak dini bagi anak? Ini diantaranya:



- Meningkatkan keterampilan belajar. Penelitian menunjukkan, anak yang menggunakan komputer memiliki performa akademis lebih baik.



- Menstimulasi kreativitas dan imajinasi. Pemrograman komputer, walau sederhana akan terasa menantang bagi anak. Anak belajar mengidentifikasi masalah, menganalisa pilihan, dan memilih solusi terbaik. Batasan anak dalam membuat program hanyalah imajinasinya sendiri.



- Meningkatkan perkembangan kepribadian. Program komputer memungkinkan anakmelakukan kesalahan, memperbaiki, dan mencoba lagi tanpa takut dimarahi. Anak jadi terbiasa berani mengambil risiko, memiliki sifat yang lebih independen, dan lebih percaya diri. 



Selain manfaat positif, tentu saja ada risiko dampak negatif komputer pada anak. Bisa jadi ia lebih senang duduk di depan komputer seharian daripada melakukan hal-hal lain. Di sinilah peran Anda untuk menyeimbangkannya dengan kegiatan lain. Jadi, anaktetap terasah kemampuannya di bidang lain, seperti keterampilan berkomunikasi dan bersosialisasi.